DEFINISI ANTROPOLOGI DAN RUANG

DEFINISI ANTROPOLOGI
Antropologi, secara etimologis berasal dari kata Antropos, yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Jadi antropologi adalah ilmu tentang manusia seperti yang dinyatakan oleh R. Linton, seorang ahli antropologi dari Amerika Serikat.
Definisi demikian tentu kurang jelas, karena dengan definisi seperti itu antropologi mencakup banyak disiplin ilmu seperti sosiologi, psikologi, ilmu polotik, ilmu ekonomi, ilmu sejarah, biologi manusia dan bahkan humaniora, filsafat dan sastra yang semuanya mempelajari atau berkenaan dengan manusia. Sudah tentu hal ini tidak benar, palagi disiplin-disiplin ilmu lain tersebut justru sudah berkembang jauh lebih tua dari pada antropologi. Oleh karena itu pasti ada sesuatu yang khusus tentang manusia yang menjadi pusat perhatian antropologi.

Salah satu karakteristik yang paling banyak mendapat perhatian dalam antropologi adalah hubungan antara kebudayaan dan ciri-ciri biologis manusia. Masa ketergantungan manusia pada pengangkutan jalan kaki, ukuran otak yang besar, dan kemampuan menggunakan simbol-simbol adalah contoh beberapa ciri biologis yang memungkinkan mereka menciptakan dan mendapatkan kebudayaan.
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari karakteristik hidup manusia dengan berorientasi pada kebudayaan yang dihubungkan dengan ciri-ciri sosio-psikologi atau ciri-ciri biologis, melalui pendekatan yang holistik yaitu pendekatan dengan cara melihat atau memandang sesuatu sebagai suatu kebulatan yang utuh atau holistik.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia; antropologi adalah ilmu tentang manusia, tentang asal usul, adat istiadat, bentuk fisik dan kepercayaan. Ilmu ini memiliki cabang: Antropologi Budaya (menitikberatkan masalah kebudayaan manusia) dan Antropologi Sosial (menganalisis aneka sifat masyarakat dan kebudayaan manusia secara sinkronis). Singkatnya : mempelajari manusia (sesuai dengan kata Antrophos dari Bahasa Yunani yang berarti manusia).
Menurut William A. Haviland Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Menurut  David Hunter Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Menurut Koentjaraningrat Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. Koentjaraningrat (1981 : 12) mengemukakan tentang 5 masalah ini antropologi dalam ruang space kesehatan :
1)     Masalah asal dan perkembangan manusia secara biologi,
2)     Masalah terjadinya aneka warna makhluk manusia,
3)     Dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya,
4)     perkembangan dan penyebaran aneka warna bahasa yang diucapkan
5)     Masalah mengenai azas-azas dari kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat
Menurut Anderson (2006 : 256) ahli antropologi melaksanakan penelitian mereka dengan cara eksplorasi yang relatif tanpa struktur dan meliputi masalah-masalah yang sangat luas. Seorang ahli antropologi tidak terlalu mempersoalkan untuk memisahkan antara masalah-masalah penelitian yang kecil dan ketat yang dapat mereka kerjakan dengan disain-disain penelitian yang dari segi estetika memuaskan, dengan masalah-masalah umum yang luas, yang akan mengarahkan peneliti kepada banyak jalur penemuan.
Menurut Anderson (2006 : 257) pendekatan holistik antropologi terhadap interpretasi atas bentuk-bentuk sosial dan budaya serta ketergantungan pokok pada observasi partisipasi untuk mengumpulkan data dan menghasilkan hipotesis adalah hasil dari, atau berkaitan erat dengan sampel umum dari penelitian antropologi.
Anderson (2006 : 246) juga menyatakan antropologi tidak mencukupi diri dalam menghasilkan hipotesis-hipotesis dan topik-topik penelitian baru. Ahli antropologi didorong oleh data dan ide-ide dari berbagai bidang lain. Terdapat macam-macam antropologi seperti antropologi fisik, antropologi budaya, antropologi biologi antropologi sosial, antropologi kesehatan.
Ilmu antropologi memberi sumbangan bagi ilmu kesehatan. Anderson (2006 : 247) menyatakan bahwa kegunaan antropologi bagi ilmu-ilmu kesehatan terletak dalam 3 kategori utama :
1)     Ilmu antropologi memberikan suatu cara yang jelas dalam memandang masyarakat secara keseluruhan maupun para anggota individual mereka. Ilmu antropologimenggunakan pendekatan yang menyeluruh atau bersifat sistem, dimana peneliti secara tetap menanyakan, bagaimana seluruh bagian dari sistem itu saling menyesuaikan dan bagaimana sistem itu bekerja.
2)      Ilmu antropologi memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses-proses perubahan sosial dan buaya dan juga untuk membantu memahami keadaan dimana para warga dari “kelompok sasaran” melakukan respon terhadap kondisi yang berubah dan adanya kesempatan baru.
3)     Ahli antropologi menawarkan kepada ilmu-ilmu kesehatan suatu metodologi penelitian yang longgar dan efektif untuk menggali serangkaian masalah teoritis dan praktis yang sangat luas, yang dihadapi dalam berbagai program kesehatan.
Begitu pula sebaliknya, menurut Anderson (2006 : 244) ilmu-ilmu kesehatan menawarkan kepada ilmu antropologi berbagai bidang yang khusus, yang langsung dapat dibandingkan dengan subjek-subjek tradisional seperti masyarakat rumpun dan desa-desa.
Antropologi kesehatan merupakan bagian dari ilmu antropologi yang sangat penting sekali, karena di dalam antropologi kesehatan diterangkan dengan jelas kaitan antara manusia, budaya, dan kesehatan sehingga kita dapat mengetahui kaitan antara budaya suatu masyarakat dengan kesehatan masyarakat itu sendiri.
Anderson (2006 : 3) menyatakan bahwa antropologi kesehatan adalah disiplin biobudaya yang memberi perhatian kepada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya di sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit.
 
DEFINISI RUANG
Melihat kehidupan manusia keseluruhan, maka usaha manusia di dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya merupakan faktor utama dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia adalah sandang, pangan, ruang hidup atau pemukiman, pendidikan, dan kesehatan. Dari unsur tersebut, ruang memegang peranan yang penting.
Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara psikologi emosiaonal (Persepsi), maupun dimensional. Manusia berada dalam ruang, bergerak serta menghayati, berfikir dan juga menciptakan ruang untuk menyatakan bentuk dunianya. Ciptaan yang artistic disebut Ruang Arsitektur. Ruang Arsitektur ini menyangkut interaksi ruang dalam dan ruang luar, yang memerlukan penataan yang lebih lanjut.
Ruang mempunyai arti yang penting bagi kehidupan manusia semua kehidupan dan kegiatan manusia berkaitan dengan aspek ruang. Adanya hubungan antara manusia berkaitan dengan suatu obyek, baik secara visual maupun melalui indra pendengar, indra pencium, atau indra perasa, akan selalu menimbulkan kesan ruang. Para filosof yang mencoba menafsirkan ruang memberikan pandangan yang berbeda-beda.
Salah seorang diantaranya, Imanuel Kant yang berpendapat bahwa ruang bukanlah sesuatu obyektif sebagai hasil pikiran dan perasaan manusia. Sedangkan menurut Plato “ Ruang adalah suatu kerangka atau wadah dimana obyek dan kejadian tertentu berada ”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ruang merupakan suatu wadah yang tidak nyata akan tetapi dapat dirasakan oleh manusia.
 
A.           Hubungan Manusia dengan Ruang
Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena manusia bergerak dan berada didalamnya.Ruang tidak akan ada artinya jika tidak ada manusia, oleh karena itu titik tolak dari perancangan ruang harus selalu didasarkan dari manusia.
Hubungan manusia dengan ruang lingkungan dapat dibagi 2 yaitu:
1)     Hubungan Dimensional ( Antropometrics )
2)     Hubungan Psikologi dan emosional ( Proxemics )
Hubungan dimensional adalah menyangkut dimensi-dimensi yang berhubungan dengan tubuh manusia dan pergerakannya untuk kegiatan manusia.
Hubungan Psikologi adalah hubungan ini menentukan ukuran-ukuran kebutuhan manusia. Hubungan keduanya menyangkut persepsi manusia terhadap ruang lingkungannya  .
Dalam hubungan manusia dan ruang Edward. T. Hall menulis bahwa: ’’ Salah satu perasaan kita yang penting mengenai ruang ialah perasaan territorial. Perasaan ini memenuhi kebutuhan dasar akan identitas diri, kenyamanan dan rasa aman pada pribadi manusia ’’ .
 
B.           Pembagian Ruang
Ruang menurut kesan fisiknya, dibagi atas:
1)    Ruang positif
Suatu ruang yang diolah dengan perletakan masa bangunan/obyek tertentu melingkupinya akan bersifat positif. Biasanya terkandung kepentingan dan kehendak manusia.
2)    Ruang negatif
Ruang yang menyebar dan tidak berfungsi dengan jelas bersifat negatif. Biasanya terjadi secara spontan tanpa kegiatan tertentu. Ruang hidup merupakan bentuk yang benar dalam hubungannya dengan ruang-ruang yang bermutu untuk berkomposisi dengan struktur yang direncanakan dengan baik. Harus ada hubungannya dengan karakter dan massa dan struktur-struktur seperti itu.
Ruang ati (death space) adalah kebalikan daripada ruang hidup yaitu : Ruang yang terbentuk dengan tidak direncanakan, tidak terlingkup dan tidak dapat digunakan dengan baik. (Ruang yang terbentuk dengan tidak sengaja, ruang yang tersisa). Ruang mati bila kita lihat merupakan ruang yang terbuang percuma. Ruang tersebut tanggung bila untuk suatu kegiatan. Sebab terjadi memang tidak untuk disengaja .­­­­
 
3)    Ruang Terbuka (Umum)
Ruang umum yang merupakan bagian dari lingkungan juga mempunyai pola. Ruang umum adalah tempat yang timbul karena kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan bersama. Dengan adanya pertemuan bersama dan relasi antara orang banyak maka kemungkinan akan timbul bermacam-macam kegiatan di ruang umum terbuka atau dapat dikatakan pula bahwa : Ruang terbuka ini pada dasarnya merupakan suatu wadah yang dapat menampung kegiatan aktivitas tertentu dari warga lingkungan tersebut baik secara individu atau secara kelompok. Bentuk daripada Ruang terbuka ini sangat tergantung pada pola dan susunan masa bangunan.
 
Menurut sifatnya ruang umum dapat dibagi 2(dua):
a)     Ruang Umum Tertutup ; yaitu ruang umum yang terdapat di dalam suatu bangunan.
b)     Ruang Umum Terbuka ; yaitu ruang umum di luar daripada bangunan.
 
 Sehingga dapat dirangkaikan pengertian batasan pola ruang umum terbuka adalah:
a)     Bentuk dasar daripada Ruang Terbuka di luar bangunan.
b)     Yang dapat digunkan oleh publik(setiap orang)
c)      Memberi kesempatan untuk bermacam-macam kegiatan.
Contoh ruang terbuka seperti : jalan, pedestrian, taman, plaza, pemakaman, di sekitar lapangan terbang, lapangan olahraga.


Download serta lihat artikel lainya di sini dan salam sukses semoga bermanfaat  
 
MY LIST BLOG